Distan Murung Raya Imbau Petani Waspada Karhutla di Tengah Musim Kemarau
Puruk Cahu , Lintasnusantara24. Com– Memasuki musim kemarau yang bertepatan dengan persiapan musim tanam, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, mengatakan sebagian masyarakat masih menggunakan cara tradisional dalam membuka lahan untuk berladang. Namun, kondisi kemarau menyebabkan lahan dan lingkungan menjadi lebih kering sehingga potensi terjadinya kebakaran semakin tinggi.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati apabila menggunakan api dalam aktivitas membuka lahan. Petani juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara besar-besaran serta memastikan api benar-benar padam sehingga tidak merambat ke lahan maupun kawasan di sekitarnya.
“Aturannya memang tidak diperbolehkan membakar lahan. Namun, kita memahami bahwa berladang merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat. Karena itu, berdasarkan koordinasi dengan pihak kepolisian, masyarakat kami imbau agar tidak membakar lahan secara besar-besaran. Jika ada penggunaan api, harus terbatas dan benar-benar diawasi agar tidak meluas,” tegas Sri Karyawati, Kamis (3/9/2026).
Musim Kemarau, Petani Kesulitan Mendapatkan Air
Selain ancaman kebakaran, musim kemarau juga menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian di Murung Raya. Ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman semakin terbatas, baik pada lahan sawah maupun tanaman hortikultura seperti sayuran.
Sri Karyawati menyebutkan, sejumlah tempat penampungan air dan bendungan kecil yang selama ini dimanfaatkan petani mulai mengering. Bahkan, beberapa di antaranya sudah tidak berfungsi secara optimal.
“Hampir seluruh lahan pertanian kita mengalami kekeringan. Terutama di beberapa area sawah yang tempat penampungan airnya sudah tidak berfungsi dengan baik dan airnya mulai kering. Untuk tanaman sayur juga petani sangat kesulitan mendapatkan air. Kemarau ini diperkirakan masih berlangsung hingga September, sehingga tanaman harus mendapat perhatian lebih,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya mengimbau petani menyesuaikan kegiatan tanam dengan kondisi cuaca dan ketersediaan air.
Petani disarankan tidak melakukan penanaman dalam jumlah besar apabila persediaan air belum mencukupi. Sebagai alternatif, masyarakat dapat memanfaatkan lahan di sekitar rumah dengan menanam menggunakan pot maupun polybag, sehingga kebutuhan penyiraman dan perawatan dapat lebih mudah dilakukan.
Bibit Cabai Siap Disalurkan
Di tengah kondisi kemarau, Dinas Pertanian dan Perikanan Murung Raya juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan bibit tanaman yang telah tersedia.
Salah satunya adalah bibit cabai yang saat ini sudah siap tanam di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Bibit tersebut direncanakan disalurkan kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, serta Tim Penggerak PKK (TP-PKK).
Penyaluran dilakukan agar bibit yang telah tersedia dapat dimanfaatkan dengan baik. Para penerima diharapkan mampu melakukan perawatan secara maksimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
Pengembangan Rest Area Mini Tetap Berlanjut Sementara itu, terkait pengembangan Rest Area Mini yang direncanakan menjadi salah satu kawasan agrowisata di Murung Raya, Sri Karyawati mengatakan kegiatan penanaman bibit buah untuk sementara dihentikan karena kondisi cuaca yang masih kering.
Meski demikian, pemeliharaan kawasan tetap dilakukan secara rutin oleh petugas. Pembersihan dan perawatan lokasi dilakukan setiap minggu untuk menjaga kawasan tetap dalam kondisi baik.
“Untuk Rest Area Mini, penanaman bibit buah memang kita hentikan sementara karena cuaca kering. Namun, pemeliharaan dan pembersihan lokasi tetap dilakukan setiap minggu oleh petugas. Jika anggaran tersedia tahun ini, kita juga merencanakan pembenahan kolam di area tersebut. Harapannya, kawasan ini nantinya dapat terus dikembangkan menjadi salah satu pusat agrowisata di Murung Raya,” pungkas Sri Karyawati.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di lahan pertanian maupun lingkungan sekitar.
Upaya pencegahan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko kebakaran yang dapat meluas selama kondisi cuaca kering.
(Jimmi)
Posting Komentar