Kurangi Risiko Bencana, BPBD Murung Raya Gencarkan Upaya Pencegahan
Puruk cahu, Lintasnusantara24. Com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan tahun ini, kondisi kebencanaan di wilayah Kabupaten Murung Raya masih relatif terkendali, meskipun ancaman banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca ekstrem tetap menjadi perhatian utama.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Murung Raya, Dong, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan potensi bencana di seluruh wilayah Kabupaten Murung Raya.
Menurutnya, banjir saat musim penghujan dan karhutla pada musim kemarau masih menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD secara rutin melaksanakan sosialisasi, patroli lapangan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, dan relawan kebencanaan.
“Kami terus mengedepankan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan agar dampak bencana dapat diminimalkan,” ujar Dong saat di wawancarai via wa, Senin (8/6/2026).
Selain menyiapkan logistik darurat berupa makanan siap saji, selimut, tenda, dan perlengkapan evakuasi, BPBD juga terus memperkuat upaya mitigasi melalui penyusunan kajian risiko bencana, pemetaan wilayah rawan bencana, penguatan sistem peringatan dini, serta peningkatan kapasitas personel.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, BPBD Murung Raya pada Senin pagi juga melaksanakan kegiatan pembersihan sampah dan pemotongan pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan di kawasan Arter Sanggrahan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang serta mencegah tersumbatnya saluran drainase yang dapat memicu genangan maupun banjir.
Dong berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, risiko bencana dapat ditekan sehingga keselamatan warga lebih terjamin,” pungkasnya.
(Jimmi)
Posting Komentar